Home Blog

JURNALISTIK SEBAGAI SARANA PEWARTAAN DI ERA DIGITAL

0

Dalam rangka menambah wawasan tentang pemanfaatan media baik itu media massa maupun media sosial, Paroki ST. Yosep Pelindung Pekerja Manado mengadakan Pelatihan jurnalistik dan Pengelolaan Konten Media Sosial yang mengambil Tema “Media Massa dan Media Sosial sebagai sarana Pewartaan yang ampuh”. Pelaksanaan pelatihan bertempat di Gedung Pastoral Paroki St.Yosep Pelindung Pekerja Manado pada hari Sabtu (19/11/2022) yang dihadiri oleh utusan dari Wilayah Rohani, OMK, PPA/Sonar, Kelompok kategorial Wanita Katolik RI dan Kaum Bapa.

Pastor paroki Stenly Mokodompit dalam sambutannya menyampaikan bahwa orang yang menguasai dunia adalah orang yang menguasai media. Kekuatan media menjadi expertisement/ branding bagi sebuah pewartaan. Tema ini ada kaitannya dengan kesadaran tentang media dalam gereja. Paus sangat manganjurkan agar gereja memakai media sebagai sarana pewartaan dengan cara-cara yang bermartabat  sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.  Kita menjadi pemakai media yg aktif dan menggunakannya sesuai dengan nilai-nilai sebagai orang beriman jadi tidak sekedar menikmati tetapi ada sebuah nilai dalam menggunkan media sehingga kita menjadi pelaku melalui pewartaan.

Pastor Made Pantyasa sebagai Ketua Komunikasi Sosial Keuskupan Manado menyampaikan bahwa kita mempunyai ide yang bagus untuk inovasi-inovasi yang baru yang dapat dituangkan dalam bentuk tulisan baik di media massa maupun media social. Lahirnya komisi Komunikasi Sosial (Komsos) sejak Konsili Vatikan melalui dokumen Kepausan Inter Mirifica (Dekrit tentang Upaya-upaya Komunikasi Sosial). Tugas gereja adalah memanfaatkan media untuk mewartakan keselamatan dengan memanfaatkan media dengan tepat dan memberikan bimbingan kepada umat beriman.

Pemateri pertama dalam pelatihan ini adalah Bapak Yoseph Ikanubun yang juga adalah Pengurus AJI Sulawesi Utara yang mempunyai pengalaman luar biasa di jurnalistik. Beliau dalam pemaparannya menyampaikan teknik-teknik dasar dalam penulisan, misalnya untuk judul sebaiknya maksimal 8 kata, penulisannya harus memperhatikan susunan 5W+1H, antara lain what, where, when, who, why, How.  Sedangkan pemateri kedua menyampaikan Media social sebagai sarana komunikasi secara online melaui koneksi internet: email, web, blog, jejaring sosial, perangkat lunak (seperti whatsapp, facebook, instagram, dll).

Ada 2 pemahaman tentang Media sosial, yakni situs web yang berfungsi sebagai sarana interaksi sosial, pergaulan, pertemanan dan forum online antara orang-orang di seluruh dunia; Dan, Platform digital yang memfasilitasi pengunaanya untuk saling berkomunikasi atau membagikan konten berupa tulisan, foto, video.

Pelatihan ini dapat membawa manfaat bagi peserta untuk menambah ilmu tentang jurnalistik yang sangat dibutuhkan di era digital 4.0.

Peran serta OMK dalam menyongsong Hari Orang Muda sedunia ke-37

0

Dalam rangka menyambut hari orang muda sedunia yang ke-37, Orang Muda Katolik Paroki St. Josep Pelindung Pekerja Manado mengikuti pelatihan jurnalistik dan pengelolaan konten media sosial yang diselenggarakan oleh Paroki St. Josep Pelindung Pekerja Manado. Pelatihan dilaksanakan pada hari Sabtu 19 November 2022, di Gedung Pusat Pastoral Paroki St. Josep Pelindung Pekerja Manado. Yang menjadi narasumber pada pelatihan tersebut yaitu bapak Romansa Taasihe (Komsos Manado) dan bapak Yosep Ikanubun (Aliansi Jurnalis Independen). Dari 30 peserta yang hadir, sekitar 50 % didominasi oleh OMK. Hal ini merupakan sebuah bentuk antusiasme dari Orang Muda Katolik Paroki St. Josep Pelindung Pekerja Manado.

Dalam wawancara dengan Nanda, salah satu OMK yang hadir, mengatakan bahwa “dengan adanya pelatihan ini, kita sebagai OMK bisa belajar agar menjadi terampil dalam bidang jurnalistik dan media, sehingga dapat diaplikasikan dalam kegiatan-kegiatan OMK” pungkasnya. Dilansir dari rumahkwi.direct tentang pesan Pesan Paus Fransiskus untuk Hari Orang Muda Sedunia ke-37, Paus Fransiskus menegaskan bahwa “kita berjalan bersama  Bunda  Perawan  dari  Nazaret  yang  segera  setelah  mendengar Kabar Sukacita, “bangkit dan bergegas”  (Luk  1:39)  untuk  pergi  dan  membantu  Elisabet  sepupunya”. Seturut dengan semangat “Bangkit dan Bergegas” ini, Orang Muda Katolik Paroki St. Josep Pelindung Pekerja Manado segera bangkit dan bergegas untuk belajar dan mengembangkan kemampuannya lewat pelatihan jurnalistik ini.

PEREMPUAN KATOLIK DOMINASI PELATIHAN JURNALISTIK KOMSOS

0
Kegiatan Pelatihan Jurnalistik di Paroki St. Yosep Pelindung Pekerja Manado

ManadoPelatihan jurnalistik dan pengelolaan konten media sosial  yang diselenggarakan komisi komunikasi sosial (komsos) paroki santu joseph pekerja manado, sabtu 19 Nopembar 2022 di Gedung Pastoral Paroki, menjadi daya tarik bagi kaum perempuan umat katolik diparoki itu.

Dari 38 peserta, 30 diantaranya adalah perempuan,  yang merupakan utusan dari wilayah rohani dan kelompok kategorial.

Menurut Ona Liske  ketua wilayah rohani St. Agnes yang merupakan salah satu peserta , pelatihan jurnalis yang baru pertama kali diikutinya ini, menjadi daya tarik sendiri baginya, untuk lebih memahami eksistensi  jurnalistik dan media sosial, terutama dalam kaitan dengan tanggung jawab sebagai umat katolik, dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana pewartaan yang ampuh.

Hal senada juga disampaikan peserta lainnya diantaranya ketua cabang WKRI Santu Joseph ibu Meity Koyongian  dan ibu Septin Bungkona dari wilayah rohani St. Margaretha, yang  menilai kegiatan ini sangat posistif bagi ibu rumah tangga dan remaja putri sebagai pengguna media sosial.

Pelatihan jurnalis ini, menghadirkan pembicara dari komsos keuskupan Manado yang juga adalah wartawan senior di Sulawesi Utara yaitu Yosep Ekanubun dan Romansyah.

Menurut pastor paroki Santu Jospeh Pelindung Pekerja Manado, Stanly Mokodompit PR,  saat membuka acara, nilai dan fungsi media (terarah, terukur) hendanya dipakai untuk sarana yg lebih berbobot. Sedangkan pastor I Made Johanes Pantyasa, PR ,  menjelaskan tujuan pelatihan ini adalah  dalam rangka mendorong umat terlibat dalam  memakai media masa dan media sosial sebagai  sarana pewartaan iman.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dalam bentuk penyampaian materi tentang Pers dan Jurnalistik dan Pemanfaatan Website dan  diskusi tanya jawab. Dalam acara diskusi,  kaum perempuan paling dominan melakukan pertanyaan-pertanyaan dan komentar///

Anggota Pelatihan Kelompok 6.

1. Joly Lainawa

2. Ona Liske

3. Septin Bungkona

4. Gabby Hariono

5. Michael Mangundap.

LATIH 35 JURNALIS PEMULA MENJADI PEWARTA YANG AMPUH

0

Menarik, Paroki St. Yosep Pelindung Pekerja Manado mengadakan Pelatihan Jurnalistik & Pengelolaan Konten Media Sosial di Gedung Pusat Pastoral Paroki St. Yosep Pelindung Pekerja Manado, pada hari Sabtu (19/11/22). Kegiatan ini dibuat sebagai sarana pewartaan yang ampuh di era digital sekarang ini. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Kelompok Kategorial dengan jumlah 35 orang yang kebanyakan diikuti oleh anak muda dan para remaja. Adapun tujuan lain dari kegiatan ini adalah untuk menyiapkan jurnalis-jurnalis gereja yang dapat memberi sumbangan berita kepada Komsos Keuskupan. Tidak itu saja, pelatihan ini juga berguna bagi kami kaum muda Katolik untuk turut terpanggil menjadi pewarta iman katolik lewat media sosial. Hal ini dikuatkan oleh sambutan Pastor Paroki St. Yosep Pelindung Pekerja Manado, Pastor Stenly Mokodompit, Pr dan pastor rekan Pastor Made Pantyasa, Pr.

Kegiatan ini dikemas menarik, selain diberikan materi dari para pakar yang melanglang buana dalam dunia Jurnalistik juga diselingi dengan Ice Breaking. Dan tidak kalah menarik, dalam kegiatan ini kami langsung menjadi Jurnalistik pemula lewat karya tulis kami yang langsung dimuat dalam website Komsos Keuskupan Manado. Sebelum kami menulis berita, kami juga dibekali dengan materi “PERS” dan “JURNALISTIK”. Bagaimana dunia Pers dan Jurnalistik serta wilayah medsos, yang disampaikan oleh pemateri berpengalaman, Bapak Yosep E. Ikanubun. Bapak Yosep juga menyampaikan bahwa menjadi Jurnalistik harus mengedepankan kebenaran dan selalu membela kaum miskin dan terpinggirkan. Adapun nilai berita harus memenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Memiliki nilai penting, 2. Aktual, 3. Populer, 4. Konflik, 5. Keanehan, 6. Dramatis, 7. Jarak, 8. Nasib Manusia. Lebih jauh lagi dijelaskan bahwa ada 6 unsur penting dalam sebuah berita, yaitu what, who, where, when, why, dan how. Kemudian materi yang tidak kalah penting disampaikan oleh Bapak Romansa Taasihe yang kesehariannya bertugas sebagai Komsos Keuskupan Manado. Beliau menyampaikan bagaimana membangun jejaring media sosial.

Menjadi pertanyaan bagi kita kaum muda, apakah kita mampu menjadi jurnalistik yang ampuh di era digital, dimana kita tetap mengedepankan kebenaran serta selalu ingat bahwa kita mempunyai panggilan menjadi garam dan terang dunia dimanapun kita berada, termasuk saat kita berada dalam dunia sosial?.

“Woww, Ngeri…Lahirkan Rasul Iptek di Zaman Now”

0

Manado, kelompok_4 – Paroki St. Yosep Pelindung Pekerja Manado mengadakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik & Pengelolaan Konten Media Sosial. (Serjio Saeh, Linda Walangitan, Theresia Subuhi, Franklin Gerungan, Imaculata Lamonge)

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk melahirkan rasul-rasul IPTEK di tingkat paroki, kelompok kategorial dan wilayah rohani se-paroki St. Yosep Pelindung Pekerja Manado. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 19 November 2022 yang bertempat di Gedung Pusat Pastoral Paroki St. Yosep Pelindung Pekerja Manado. Kegiatan diikuti oleh perwakilan-perwakilan dari masing-masing wilayah rohani dan kelompok kategorial se-paroki St. Yosep Pelindung Pekerja Manado. Kegiatan tersebut berjalan dengan baik, peserta terlihat sangat antusias dalam merima materi dan proses diskusi yang berlangsung.

Pelatihan Jurnalistik & Pengelolaan Konten Media Sosial mengangkat tema “Media Massa & Media Sosial sebagai Sarana Pewartaan Yang Ampuh, materi dibawahkan oleh pemateri yang luar biasa dan berkompeten yakni, Bpk. Yoseph Ikanubun selaku Ketua Asosiasi Jurnalistik Independen (AJI) Manado, Pastor Maden Pattyasa, Pr Ketua Komsos Keuskupan Manado dan Sdra. Romansa Taasihe selaku Sekretaris Komsos Keuskupan Manado.

Kegiatan Pelatihan Jurnalistik & Pengelolaan Konten Media Sosial sangat penting bagi kita yang hidup dan berkembang pada dunia saat ini yang berbasis teknologi, dimana bisa kita lihat orang-orang populer dan terkaya saat ini seperti Elon Musk (CEO TESLA), Bill Gates, Mark Zuckerberg, mereka bergerak dalam bidang pengembangan media sosial, ucap Pastor Stenlly Mokodompit, Pr (Pastor Paroki) dalam sambutan.

Menurut Natan, selaku peserta dalam kegiatan tersebut merasa sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini karena materi yang diberikan sangat relevan bagi kita sebagai seorang yang setiap hari dihadapkan dengan sosial media.

PAROKI ST.JOSEPH MANADO LAHIRKAN 35 JURNALIS KATOLIK

0
Kelompok 7 Pelatihan Jurnalistik Paroki St. Joseph Manado.

Sebanyak 35 orang berkumpul di Gedung Pusat Pastoral Paroki St. Joseph Pelindung Pekerja Manado pada hari Sabtu tanggal 19 November 2022 untuk mengikuti Pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Konten Media Sosial yang diselenggarakan oleh KOMSOS Paroki dibawah Koordinator Bpk. William Suntama. Peserta pelatihan ini merupakan utusan dari kelompok kategorial meliputi Wanita Katolik RI, Kaum Bapa Katolik, Sekami, Putra/I Altar, Perwakilan Bidang Dewan Pastoral Paroki, Orang Muda Katolik dan Wilayah Rohani. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Sulut Bpk. Joseph Ikanubun dan Sekretaris KOMSOS Keuskupan Manado Bpk. Romansa Taasihe.


Pelatihan dibuka dengan arahan Pastor Paroki, Pst.Stenly Mokodompit, Pr yang didampingi Pst. Yohanes I Made Pantyasa, Pr sebagai Pastor Rekan sekaligus Ketua KOMSOS Keuskupan Manado. Kegiatan yang mengusung Tema Media Massa & Media Sosial sebagai pewartaan yang ampuh selaras dengan arahan Pastor Paroki, “Media sosial bukan hanya sebagai hiburan, tetapi bisa menjadi wadah pewartaan yang luas dan berguna untuk pelayanan” ungkapnya. Pelatihan dibagi dalam 3 sesi yaitu sesi 1 tentang Pers dan Jurnalistik, Sesi 2 tentang Media Sosial, dan sesi terakhir tentang cara menulis berita beserta prakteknya. Dalam prakteknya, peserta dilatih untuk menulis berita dan langsung mempostingnya dalam webside menulis.komsosmanado.com. sebagai tajuk berita utama.


Walaupun pelatihan menghabiskan durasi kurang lebih 7 jam, pelatihan berjalan lancar dan menyenangkan. Narasumber membagikan ilmu yang mudah dipahami, dan diselingi beberapa ice breaking dari tim sehingga peserta merasa santai tapi tetap serius. “Kami sangat antusias dan bersemangat mengikuti pelatihan ini sampai selesai karena banyak ilmu yang bisa kami dapatkan dalam bermedia sosial yang baik dan sesuai kode etik dan bisa menjadi sarana yang baik untuk pewartaan dan pelayanan”, ungkap salah satu peserta pelatihan.


Diharapkan melalui pelatihan seperti ini, masyarakat khususnya Umat Paroki St. Joseph Pelindung Pekerja Manado dapat melahirkan jurnalis-jurnalis Katolik baru yang menggunakan Media Sosial sebagai sarana Pewartaan dan Pelayanan dalam lingkup masyarakat, paroki dan keuskupan. Semoga kedepannya KOMSOS mengadakan pelatihan-pelatihan dengan topik bahasan yang lain. Semoga juga kelompok 7 yang beranggotakan 2 Ibu (Ibu Meity Kojongian dan Ibu Gaby Paruntu) dan 2 Orang Muda Katolik (Natanael Lamonge & Bella Karundeng) bisa menjadi jurnalis yang kompeten dan membagikan ilmu kepada kelompok kategorialnya masing-masing.

Media Sosial untuk Pewartaan Iman Katolik, Mengapa Tidak?

0
Kerja Bersama Bersama Kelompok 2 mjd PEwarta Ampuh Gereja

Media sosial menjadi trend baru zaman ini, bahkan media sosial dapat menjadi sumber penghasilan yang tidak kalah trand. Melalui media social, kita dapat mencari berbagai informasi dan membangun jejaring namun tidak dapat dipungkiri banyak juga persoalan yang terjadi akibat penyalahgunaan Medsos. Menanggapi hal itu, Paroki Santo Josep Pelindung Pekerja Manado mengadakan pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Konten Media Sosial. Pelatihan ini bertujuan untuk melatih umat awam agar dapat menggunakan media social sebagai sarana pewarta iman katolik yang ampuh dan lebih dari itu kita disiapkan menjadi jurnalistik gereja yang menjadi folentir Komsos dalam menggalang berita. Terkait dengan hal ini maka dianggap perlu disiapkan dan diberikan landasan keilmuwan terkait dengan Pers dan Jurnalistik serta bagaimana mengelolah konten media social menjadi sarana pewartaan iman katolik. Pelatihan ini sangat menarik karena peserta mendapat materi dari pembicara yang professional dalam bidang jurnalistik dan pewartaan yaitu Bapak  Josep E. Ikanubun dan Bpk Romansa Taasihe.

Peserta juga diberikan kesempatan untuk menulis berita yang layak di publikasikan. Lewat pelatihan ini umat awam diharapkan dapat menggunakan media social dengan baik dan benar. Hal-hal yang dapat dipublikasi umat melalui media social adalah refleksi bacaan liturgi, foto kegiatan gereja dan katekese gereja. Melalui pelatihan ini diharapkan umat awam berani untuk menggunakan media social sebagai sarana pewartaan iman katolik. Lewat media social umat awam bisa menjadi garam dan terang bagi orang lain. Hal ini dikuatkan oleh sambutan pastor Paroki St. Yosep PP Manado, Pst. Stenlly Mokodompit, Pr dan Pastor Rekan, Pst. Made Pantyasa, Pr. (berita oleh Kelompok 2)

Sabtu Produktif Pelatihan Jurnalistik di Paroki St. Yosep Manado

0

Kegiatan Produktif di Gereja Katolik St. Yosep Pelindung Pekerja Manado memberikan banyak pelajaran tentang Pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Konten Media Sosial. Pelatihan Jurnalistik ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 19 November 2022 di Gedung PusPas (Pusat Pastoral) Paroki St. Yosep Manado, yang dimulai dipukul 08.00. Kegiatan ini sangat menarik dengan kehadiran dari Narasumber Ketua AJI Bpk. Yoseph E. Ikanubun dan Bpk. Romaansa Taasihe (KOMSOS MANADO). Bukan hanya itu saja, peserta pun sangat aktif dalam kegiatan pelatihan ini. Ada sekitar 42 orang peserta yang hadir dalam sabtu produktif seminar jurnalistik ini yang terdiri dari DPP Paroki, KBK, WKRI, utusan Wilayah Rohani, pembina Sekami, Misdinar dan OMK.

Dalam pelatihan jurnalistik ini media bukan hanya sekedar sebagai sarana having fun tapi harus lebih berbobot atau sebagai sarana untuk pewartaan Gereja, “ujar Pastor Paroki St. Yosep, Pst. Stenly Mokodompit,Pr”. Ditambah lagi penyampaian informasi dari Pst. Made Pantyasa, Pr terkait memanfaatkan media sosial dalam mengajarkan dan menggunakan medsos dengan baik dan tepat dan dengan bantuan komunikasi yang tepat bisa mengajarkan keselamatan.

Pelatihan Jurnalistik ini bertujuan untuk lebih memahami dalam penggunaan medsos  terlebih khusus untuk menggunakan media sebagai sarana pewartaan yang ampuh. Pelatihan ini dibagi menjadi 2 sesi ; sesi pertama tentang Pers dan Jurnalistik dan sesi kedua tentang Jejaring Sosial. Diselingi juga dengan ice breaking yang membuat peserta menjadi lebih bersemangat dan siap mengikuti setiap materi. Pelatihan ini ditutup dengan Praktek menulis per kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.

Proses praktek menulis kelompok

Dengan adanya Pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Konten Media Sosial diharapkan agar kita mampu untuk menjadikan media massa maupun media online sebagai Sarana Pewartaan yang Ampuh.

Pertama Kalinya Paroki St. Ignatius Mengadakan Pelatihan dan Seminar Jurnalistik

Dalam rangka ulang tahun Paroki St.Ignatius yang ke-31, OMK Ignatius menyelenggarakan pelatihan dan seminar jurnalistik pada tanggal 9 Juli 2022 di pastoran lantai 5, yang menghadirkan narasumber dari KOMSOS Keuskupan Manado (Bapak Romansa Taasihe) dan AJI Sulut (Bapak Joseph Ikanubun).

Kegiatan yang dibagi dalam dua sesi ini memberikan informasi tentang program KOMSOS dan pengantar Jurnalistik. Pada tahun ini KOMSOS lebih berfokus dengan jurnalistik karena “tidak berguna jika foto bagus tapi captionnya jelek” pungkas Bapak Romo. Dengan perkataan tersebut KOMSOS menyadari bahwa jurnalistik berguna bagi orang-orang yang ingin memberikan informasi tentang katolik di media massa maupun sosial. Kemudian kegiatan ini dibagi 3 sesi yaitu program KOMSOS, jurnalistik dan prakter menulis yang diharapkan dapat berguna dan menambah pengetahuan tentang jurnalistik.

“Diharapkan setelah diadakannya pelatihan ini, KOMSOS dapat menyelenggarakan pelatihan-pelatihan selanjutnya dengan materi yang lebih menarik dan membuka wawasan yang dapat memikat generasi muda terhadap jurnalistik.” Ucap salah satu peserta pelatihan di Paroki St. Ignatius Manado.

Kegiatan pelatihan jurnalistik di St. Ignatius Manado berjalan lancar. Apa saja yang dipelajari?

Dalam rangka memperingati pesta pelindung paroki St. Ignatius manado tahun 2022. OMK paroki mengadakan rangkaian lomba dan kegiatan untuk umat paroki, salah satunya kegiatan pelatihan jurnalistik yang diadakan di Pastoran lantai 5. Kegiatan pelatihan berlangsung pada hari Sabtu 9 Juli dimulai pukul 08.00 pagi, dan dipimpin langsung oleh 2 pembicara yaitu bapak Romansa Taasihe (Komsos Keuskupan), dan Bapak Yosep E. Ikanubun (Aliansi Jurnalis Independen atau AJI). Kegiatan ini dilakukan untuk mempelajari hal-hal mengenai jurnalistik, apalagi untuk kita yang masih awam dan baru mendengar mengenai jurnalistik.
Kegiatan berjalan lancar, para peserta sangat berantusias dan bersemangat mengikuti kegiatan ini, banyak pelajaran yang diantaranya, bagaimana membuat sebuah berita dengan menggunkan 5w+1h, fungsi sebuah pers, pengertian jurnalistik, kode etik seorang jurnalistik, dan masih banyak lagi.

Semoga dengan kegiatan ini, khususnya untuk umat Wilayah Paroki St. Ignatius manado dapat melahirkan seorang jurnalis baru yang berani mengambil kesempatan untuk dapat lebih mewartakan berita khususnya berita Katolik.